Somersault Justice!

…and dead end irony…

Apa ini ya -_-

….ibu penjual nasi di ujung gang bercerita. Rupanya spot di pinggir jalan yang dia tempati, dulunya dipakai oleh nenek-nenek sebatang kara. Saat dia terlalu renta dan tidak sanggup berjualan, ia mengambil alih spot itu. 200 ribu sebulan disetor, meskipun tempat itu bukan milik siapapun. Saat kutanya kenapa, enteng saja dia jawab:

“Abis kesian sih. Dia udah ga punya siapa-siapa. Biarlah, 200 ribu dia pakai buat bayar kamar. Dia bener-bener ga punya penghasilan. Makan juga dia minta kiri kanan, kadang kesini juga…”

Saat saya terbengong-bengong dan sibuk mengkalkulasi profit margin dan biaya tidak perlu,
tiba-tiba warung nasi kumal itu nampak begitu terang…

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: