Somersault Justice!

…and dead end irony…

Semangka dan Durian

Senja itu,
aku berteduh di bawah pohon semangka
berlindung dari amarah hujan dan badai
yang menakutkan

tak lama kemudian
datanglah tukang semangka
mengangkut semangka

tapi ia hanyalah manusia biasa
bukan Sarah Azhari
walaupun sama-sama
mengangkut semangka

Tukang semangka,
mengangkut semangka..
untuk dibawa ke pasar semangka
demi sesuap kwaci
dan sekolah anak-anaknya

Tukang semangka tidak bisa membuat kwaci
meskipun terbuat dari biji semangka
apalagi dari biji bunga matahari
lebih apalagi biji orang..

Tukang semangka terkejut
karena eh karena
di sini semangka
di sana semangka
di tengah-tengah kok ada pohon duren

Aku memanjat pohon semangka
iseng sekali
lebih baik memanjat pohon duren
tapi pohon duren
ada penunggunya

konon dahulu
ada seorang preman
tewas tersedak kulit duren
dan arwahnya penasaran

kini senja telah berganti malam
tukang semangka telah kembali pulang
hanya tinggal diriku yang termangu
bergentayangan di pohon duren

 

 

-ter-#oomleo, obviously. x3

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: