Somersault Justice!

…and dead end irony…

Archive for the month “July, 2012”

Game dan Manga: Senkyuutai, Tanglang Quan, Dr. Su Yu Chen

Apakah yang menyebalkan dari game terjemahan, selain dubbing? Terutama game martial arts, terjemahan jurus bisa menjadi sangat menyebalkan. Alih bahasa yang berlebihan hanya akan menghapus detil yang seharusnya memudahkan kita untuk mencari real-life reference.

穿弓腿 – Chua Gong Tui – Senkyuutai

Image

Sudah agak lama saya mencari referensi mengenai gerakan ini, tapi mentok terus.  Salah satu penyebabnya adalah karena generic dan retarded english translation; ‘Rising Kick.

Gerakan ini bukan rekaan. Tendangan ke atas ini adalah bagian dari 張德奎 mimen tang lang quan, variasi dari Kung Fu Belalang Sembah Cina Utara (note: Kungfu Belalang Sembah Utara dan Selatan bukan branch dan totally unrelated). Gerakan ini pertama kali dipopulerkan di Jepang oleh Dr. Su Yu Chang 蘇昱彰 dari Wu Tang lewat manga Kenji, dan sejak saat itu dipake pada berbagai game. Foto di atas diperagakan sendiri oleh Dr. Su Yu Chang saat masih muda.

Siapakah Dr. Su Yu Chang? Doi adalah lelaki berkumis ceking dengan rambut bob di manga Kenji.  Namanya ditulis So Kon Lon di terjemahan Elex karena transliterasi kanji yang kurang akurat. Doi adalah senior Wu Tang, pendiri Pachi (Baji) Tanglang Martial Institute yang menguasai menguasai Tanglang Quan, Baji Quan (hakkyokuken, kungfu delapan mata angin), Xingyiliuhequan (kungfu enam kehendak), Baqua Zhang (lupa ._.), dan Taichiquan. 

Image

Image

Pengguna tendangan ini di video game antara lain:

  1. Lee (Fighter’s History / Karnov Revenge) –
  2. Siu Kensou (King of Fighters series) (ga nemu screen shot)
  3. Julia Chang (Tekken series)
  4. Yang (Street Fighter 3, Alpha 3 Upper, SSF 4 etc)
  5. Chan Suchin Battle Master (SNK)
  6. Gato (Garou Mark of the Wolves, SNK
  7. Lion Rafale (Virtua Fighter) – kalo ga salah ya.
  8. Kotomine Kirei – Fate/Unlimited Codes
  9. Hazama – The Rumble Fish (as Kaishin, Senkyuukyaku)
  10. Yang ga disebut jangan marah…. -_-“

Beberapa screen shotnya adalah:

Ga semuanya dapet screenshot, males juga ngumpulinnya  – -” Masih banyak lagi jurus-jurus yang diterjemahkan dengan semena-mena, kapan-kapan dibahas lagi deh..

Ngantuk – -“

Fotografi: RAW vs JPEG for rakyat jelata

Berhubung sudah banyak artikel yang membahas RAW vs JPG, saya akan meloncati tinjauan mbuletnya 😀 Poin-poin di bawah ini adalah pertimbangan pakai RAW atau tidak dari sudut fotografer fotografer jelata (seperti saya) :

Silakan pakai RAW apabila Anda memenuhi satu atau syukur-syukur beberapa syarat di bawah ini:

  1. memotret sebuah event penting yang tidak bisa diulang
    (e.g. Obama mukul gong pembukaan  Cerdas Cermat – untuk berjaga-jaga seandainya editing diperlukan)
  2. tidak akan mengambil banyak gambar
    (susah nyimpen dan terlalu banyak file yang harus diedit)
  3. akan melakukan heavy-editing pada sebagian besar foto ,
    (misal, karena exposurenya ga pernah benar karena satu atau lain hal, white balance auto terus berubah-rubah)
  4. punya dan bisa mengoperasikan software untuk mengedit RAW
    (Saya ada masalah dengan display Nikon Raw – NEC, display gammanya tidak pernah benar dengan ACDSee Pro 2)
  5. memiliki software untuk mengkonversi RAW ke JPEG secara massal (karena klien selalu minta JPG, bukan Raw) Pastikan decodingnya benar 😀
  6. memiliki computer dengan spec yang reasonably kuat untuk mengedit raw. (Tentu saja loading dan rendering lebih lama dari jpg 😀 )
  7. Anda punya banyak space di harddisk
  8. Bila berniat backup, pastikan anda mempelajari karakter dari kompresi JPG.
  9. Anda yakin file system memory card anda dalam keadaan baik, karena file raw cenderung sukar direcover saat card error.

Intinya, kalau alasan anda memakai RAW hanya karena alasan “RAW lebih bagus,” maka anda belum saatnya memakai RAW. 😀

Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi beberapa link seperti di bawah ini:

JPGist, most elaborated – www.kenrockwell.com/tech/raw.htm
RAWist – http://neilvn.com/tangents/2011/06/18/raw-vs-jpg-the-final-discussion/
RAWist, with pictures: – http://froknowsphoto.com/raw-vs-jpeg-side-by-side-comparison/

SATA / IDE 3.5 / IDE 2.5 HDD to USB Adapter

Tool ini adalah package dari converter harddisk ke USB berisi;

  1. kabel converter SATA / IDE 3.5 / IDE 2.5 to USB
  2. SATA to IDE power cable adapter
  3. AC Adapter (bisa diganti dengan nomor 2)
 

Ini adalah evolusi dari enclosure yang dulu dijual sebagai pengganti harddisk eksternal, minus casing aluminiumnya yang mahal. Harga berkisar 50 – 60 ribu, dan bisa didapatkan di mana-mana (jangan lupa ditawar)..

Diantara yang lain, skenario kegunaannya adalah:

  1. Mengubah hard disk drive jadi portable USB HDD
    (kepepet ditenteng-tenteng karena tidak punya portable hard drive)
  2. Recover data,
    (misal partisi anda rusak, anda harus recover data di physical drive lain)
  3. membersihkan virus dengan komputer lain
    (bila clean booting sudah tidak mungkin)
  4. Membuat partisi dengan PC lain
    (e.g. untuk format HDD Advanced Format pake Windows 7)
  5. Kehabisan slot SATA di motherboard

Kelemahan dari alat ini adalah AC adaptornya yang tidak tahan panas. Bila dicolokkan ke listrik terlalu lama, adaptor akan overheat dan akhirnya terbakar. Saya sudah mengalami hal ini sekitar 3 kali, dan yang terakhir gosong beneran sampe ngrusak  harddisk… 😐 Bila anda berniat menggunakannya semi permanen, jangan pernah pakai adaptor dan selalu pergunakan kabel dari power supply komputer.

Tool ini wajib dimiliki sebagai rencana kontijensi anda. Blah. 😐

Post Navigation