Somersault Justice!

…and dead end irony…

Archive for the category “life”

Tokai Incidents

Tokyo Incidents - Kyoiku

Tokyo Incidents – Kyoiku – nemu di kaskus

I really want this shirt ._. Ini adalah logo tokyo jihen dari album #1 教育 kyoiku sebelum digantikan logo merak. Desain kaosnya sangat keren, sayang udah enggak produksi pas saya nemu threadnya.

Karena musti ngeprint sendiri, sepertinya saya kepikiran buat modify sedikit buat pun… Oia, Tokai Jihen adalah sejumlah komik pendek tidak bermutu yang dibuat di aplikasi graffiti facebook oleh saya dan beberapa teman lain, yang temanya self-explanatory 😀

 

Inu Yasha

L’Arc~en~Ciel DVD cover

Unchi Genki Dama – ~ @ Namec

tokai racun

Sepertinya saya lebih berminat bikin polo shirt, bukan t-shirt. Emblem di dada, logo besar di punggung.

And oh iya, buat yang mau ngikut bikin desain, font yang dipakai adalah Zap Humanist Italic, small caps musti dibikin manual. (Tadinya saya cek dari whatthefont, tapi rupanya identifikasinya salah: diveda sans. Font yang benar baru ketemu di identify fonts :D)

tokai jihenflattened

 Nanti deh diselesaikan abis mudik. Ngga terlalu mahir bikin vektor…

Happy holidays minna~

The fear of the blood tends to create fear for the flesh

Ketidakdoyanan seseorang terhadap sesuatu biasanya bersumber dari pengalaman traumatis di masa lalu. Entah kita ingat atau sudah lupa total.

Saya diingatkan kembali pada ketidaksukaan saya terhadap lele pada minggu lalu, saat mbak Nana mengirimkan abon lele produk UKM binaan projectnya ke kantor buat dicobain. Sebenarnya produknya sangat kreatif, olahan dan pengemasannya jempolan.

Kemudian pergolakan jiwa saya mengembara ke asal muasal, kenapa saya tidak makan lele? 😐 Saya memang tidak terlalu suka ikan, karena repot duri dan amisnya. Tapi normalnya saya tidak pernah ada masalah mengkonsumsi produk olahannya.

Dalam percakapan ini itu sepanjang makan siang, saya berhasil mengingat sebuah visual. Memori dari SD. Tahun 90 sekian. Ketika kecil, ada kolam ikan di rumah. Saya suka memelihara ikan. Sesorean saya bisa mengamati perilaku ikan atau sekedar ngobok-ngobok kolam atau membersihkan telur katak. Sesekali saya menggoda kodok yang tumpuk-tumpukan (kawin) dengan tongkat 😐 Anyways..

Kami memelihara lele. Jenis dumbo dan lele belang (clarias batrachus). Lele belang is kinda gross. Walau warna kulitnya doreng-doreng putih hitam gitu, masih juga digoreng… Anyways..

Anda tahu kan bagaimana lele dibunuh? Digetok kepalanya sampe remuk. Anda tahu kan bagaimana ketahanan hidup lele? Lele masih bisa menggeliat melompat dari wajan setelah isi perutnya dikeluarkan. Kombinasi dari testimoni zombie lele dan pengalaman melihat tumpukan lele berdarah-darah dipukilin kepalanya rupanya membekas terlalu dalam di ingatan saya…

Image

Eaten alive by Bed Bugs @ Train

Image

Yak. Gambarnya emang ngga lucu. Saya kehilangan sense of humor gara-gara gigitan kutu busuk itu 😐

Selama bertahun-tahun naik kereta, saya merasakan perubahan besar-besaran pada KAI pada 2 tahun belakangan, positively. Pembenahan terlihat dari dibenahinya typo “EXECUTIF” pada tiket kereta yang sempat awet tarusan tahun lamanya, makan tidak dibagikan, sampai terakhir online ticketingnya yang sangat praktis.

Mungkin malam itu sayanya yang lagi apes, saya kebagian tempat duduk yang penuh dengan kutu busuk. Kereta Sembrani, gerbong pertama, menjadi saksi keganasan kutu busuk yang sangat agresif. Saya memakai jaket, tapi kutu busuknya terus merayap ke sana kemari 😐

Tempat digigit saya adalah:
1. Pinggang belakang. ketika duduk dan baju belakang terangkat sedikit.
2. Lengan dan tangan, karena tangan saya secara otomatis mendengar bolpen.
3. wajah, karena saya senderan di jendela
4. Paling misterius: samping lutut. Gimana caranya masuk ke situ ._.

Post Navigation